Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Jelajahi Jalur Danau Toba, Ekonomi Lokal Diprediksi Bergairah
Medan, hariankabarnusantara.com | Derap langkah lebih dari seribu pelari dari berbagai belahan dunia akan segera menggema di perbukitan dan tepian Danau Toba. Ajang internasional Trail of The Kings by UTMB 2026 yang akan berlangsung pada 12–14 Juni mendatang bukan hanya menjadi kompetisi olahraga lintas alam, tetapi juga momentum penting bagi Kabupaten Samosir untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Sebanyak 1.015 peserta dari 34 negara telah terdaftar dan siap menaklukkan lintasan yang membelah lanskap alam Samosir. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti peserta dari 27 negara. Kenaikan angka partisipasi itu sekaligus menjadi indikator meningkatnya daya tarik Danau Toba di mata komunitas trail running internasional.
Dalam rapat finalisasi persiapan yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026), berbagai aspek teknis menjadi fokus pembahasan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan seluruh perangkat pendukung mulai dari transportasi, pengamanan, layanan kesehatan, hingga kebersihan kawasan wisata telah dipersiapkan secara maksimal.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara menilai Trail of The Kings by UTMB telah berkembang menjadi salah satu instrumen efektif dalam mempromosikan daerah. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga dari tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan event.
“Event ini memberikan efek ekonomi yang sangat luas. Kehadiran peserta dan wisatawan mancanegara akan menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM yang ada di sekitar lokasi kegiatan,” ujarnya.
Fenomena sport tourism dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi strategi yang banyak digunakan berbagai negara untuk menarik wisatawan berkualitas. Berbeda dengan wisata konvensional, wisata olahraga cenderung menghadirkan pengunjung dengan masa tinggal lebih lama dan tingkat belanja yang lebih tinggi. Karena itu, keberadaan Trail of The Kings by UTMB dinilai memiliki nilai strategis bagi pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, mengatakan seluruh kuota peserta telah terpenuhi dan pendaftaran resmi ditutup. Ia memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, termasuk pengamanan jalur penyeberangan menuju Pulau Samosir.
Tahun ini, peserta akan berlaga dalam enam kategori lomba yakni 100 kilometer, 60 kilometer, 28 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer dan Kids Race. Kategori utama 100 kilometer akan dilepas langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dari kawasan Waterfront City yang kini menjadi salah satu ikon baru pariwisata Samosir.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom melihat ajang ini sebagai peluang besar untuk memperkenalkan wajah baru Samosir kepada dunia internasional. Menurutnya, promosi yang dihasilkan dari event olahraga global sering kali jauh lebih efektif dibanding kampanye pemasaran konvensional karena para peserta secara langsung membagikan pengalaman mereka melalui berbagai platform digital.
“Kami optimistis dampak ekonomi dan promosi yang dihasilkan akan sangat besar. Samosir tidak hanya menjadi lokasi perlombaan, tetapi juga menjadi destinasi yang akan dikenang para peserta dari berbagai negara,” ujar Vandiko.
Bagi masyarakat lokal, penyelenggaraan Trail of The Kings bukan sekadar tontonan olahraga. Di balik kedatangan ribuan peserta, terdapat peluang usaha yang terbuka luas, mulai dari sektor kuliner, homestay, kerajinan tangan, jasa transportasi hingga ekonomi kreatif berbasis budaya Batak. Perputaran ekonomi yang tercipta selama beberapa hari penyelenggaraan diperkirakan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan masyarakat.
Lebih jauh, keberhasilan penyelenggaraan event ini akan menjadi modal penting bagi Sumatera Utara untuk menarik lebih banyak agenda internasional di masa depan. Dengan dukungan keindahan alam Danau Toba, kekayaan budaya Batak, serta pengalaman menjadi tuan rumah event dunia, Samosir perlahan membangun identitas baru sebagai pusat sport tourism Indonesia.
Jika penyelenggaraan tahun ini berjalan sukses, Trail of The Kings by UTMB tidak hanya akan dikenang sebagai perlombaan lari lintas alam, tetapi juga sebagai salah satu tonggak penting yang mempercepat transformasi Danau Toba menjadi destinasi wisata global yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.(HN)