Ikon pintu masuk Kota Medan bernilai miliaran rupiah tampak tak terawat dan minim penerangan.
Medan, hariankabarnusantara.com|Kondisi Gapura Kota Medan yang berada di kawasan Kampung Lalang kembali menjadi sorotan publik. Pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, bangunan yang digadang sebagai simbol pintu masuk kota itu tampak gelap gulita tanpa penerangan memadai.
Situasi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait perhatian dan respons Pemerintah Kota Medan dalam menjaga fasilitas publik yang merepresentasikan wajah daerah.
Sebagai ikon strategis yang seharusnya mencerminkan estetika dan kebanggaan Kota Medan, gapura tersebut justru terlihat kurang terawat.
Padahal, pembangunan gapura yang rampung pada tahun 2022 itu dilaporkan menelan anggaran sekitar Rp3,1 miliar dari APBD Kota Medan.
Kondisi terkini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan manfaat nyata dari proyek tersebut bagi masyarakat.
Seorang warga, Erwin Simanjuntak, mempertanyakan urgensi pengeluaran anggaran besar untuk sebuah penanda kota yang kini tidak berfungsi optimal. “Jika hanya menjadi penanda pintu masuk, mengapa harus menghabiskan dana miliaran rupiah, sementara sekarang kondisinya gelap dan terkesan diabaikan,” ujarnya.
Selain aspek estetika, minimnya penerangan di sekitar gapura juga menimbulkan kekhawatiran akan faktor keamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Warga menilai kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal di kawasan tersebut.
Situasi tersebut kian memperkuat persepsi publik bahwa perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap pemeliharaan fasilitas dan simbol kota dinilai belum maksimal.
Di tengah berbagai persoalan perkotaan yang membutuhkan penanganan cepat dan konkret, masyarakat berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk memastikan aset publik tetap terawat dan berfungsi sebagaimana mestinya.(*)