Bobby Nasution Ajak Umat Perkuat Kemandirian Ekonomi
Medan, hariankabarnusantara.com | Dalam momentum bersejarah peringatan Milad ke-120 Syarikat Islam, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyerukan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi umat sebagai fondasi utama menuju bangsa yang sejahtera dan berdaulat.
Hal tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri perayaan Milad di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Sabtu (25/10/2025). Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus Syarikat Islam, tokoh masyarakat, dan akademisi dari berbagai daerah di Sumut.
Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan apresiasi atas kiprah panjang Syarikat Islam, organisasi tertua di Indonesia yang telah berperan penting dalam membangun kesadaran kebangsaan, memperjuangkan kemerdekaan, serta memperkuat ekonomi umat sejak masa pergerakan nasional.
“Selama lebih dari satu abad, Syarikat Islam telah menjadi pelopor dalam memperjuangkan kemajuan umat. Momentum milad ini harus menjadi pengingat bahwa kemandirian ekonomi adalah kunci kekuatan umat dan bangsa,” ujar Bobby.
Menurutnya, umat yang kuat bukan hanya yang memiliki semangat spiritual, tetapi juga yang berdaya secara ekonomi. Oleh karena itu, ia mendorong agar Syarikat Islam terus berinovasi dan membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran ekonomi rakyat.
“Kita ingin melihat umat Islam tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama yang menggerakkan roda perekonomian. Milad ke-120 ini harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan Sumut dan Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Syarikat Islam Sumatera Utara, Hendra Cipta, dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai perjuangan ekonomi rakyat telah menjadi ruh Syarikat Islam sejak didirikan pada awal abad ke-20 oleh H.O.S. Tjokroaminoto.
“Perjalanan panjang ini bukan sekadar sejarah, tapi bukti komitmen kami dalam memperjuangkan kesejahteraan umat. Saat ini, tugas kita adalah membangkitkan kembali semangat kemandirian ekonomi agar umat tidak tertinggal,” ujar Hendra.
Ia menilai, kondisi ekonomi umat Islam di Indonesia masih perlu ditingkatkan agar sejajar dengan negara-negara lain. “Sudah saatnya kita memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan, memberdayakan UMKM, dan memperluas jaringan ekonomi syariah sebagai wujud nyata perjuangan Syarikat Islam di era modern,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Hamdan Manurung juga menyampaikan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Syarikat Islam Sumut selama setahun terakhir, terutama di bidang pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.
Salah satu program unggulan adalah kerja sama dengan Pimpinan Pusat Syarikat Islam dan BAZNAS dalam penyaluran beasiswa pendidikan bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara. “Tahun lalu kami berhasil menyalurkan beasiswa kepada 50 mahasiswa dari kampus-kampus seperti UIN, UNIMED, dan UNPAB. Tahun ini program tersebut terus berlanjut dengan proses seleksi tahap kedua,” jelas Hamdan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan dan ekonomi adalah dua pilar penting dalam membangun masa depan umat yang berdaya dan berintegritas. “Kami berharap, melalui pendidikan dan kesadaran ekonomi, generasi muda dapat menjadi pelanjut cita-cita Syarikat Islam dalam memperkuat umat dan bangsa,” tuturnya.
Perayaan Milad ke-120 ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berkontribusi dalam pengembangan ekonomi umat dan gerakan sosial di Sumatera Utara.
Dengan semangat kebersamaan yang kuat, Syarikat Islam bertekad melanjutkan perjuangan historisnya sebagai gerakan sosial-ekonomi yang berlandaskan nilai Islam, menuju masyarakat mandiri, berdaya saing, dan sejahtera di era modern.(Barto)