Puluhan petani dibekali teknik pertanian organik berbasis alam dan ramah lingkungan.
Dairi, hariankabarnusantara.com | Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab Dairi) melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPPP) bekerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menggelar pelatihan Metode Tani Nusantara (MTN) bagi sekitar 50 petani dan penyuluh pertanian dari sejumlah desa. Pelatihan berlangsung selama dua hari, 12–13 Mei 2026, di Aula DKPPP Dairi dengan menghadirkan petani sukses binaan INALUM, Syahri Al-Amin sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Indonesia Asahan Aluminium dalam mendukung peningkatan kapasitas petani lokal sekaligus memperkuat praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Metode Tani Nusantara yang diperkenalkan menitikberatkan pada pertanian berbasis alam, mandiri, dan ekonomis melalui empat pilar utama, yakni pemanfaatan mikroba, mikoriza, pupuk serta pestisida organik berbahan lokal, dan sistem irigasi gravitasi.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan, mulai dari pembuatan pupuk dan pestisida organik hingga teknik perawatan mikroba tanah untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian secara alami.
Kepala DKPPP Dairi, Kesti Rusda Angkat didampingi Kabid Penyuluhan Suka Edah Angkat menyampaikan apresiasi atas inisiatif INALUM yang dinilai mampu memberikan manfaat besar bagi petani di Kabupaten Dairi. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung program strategis nasional di sektor ketahanan pangan.
“Penguatan dan pemberdayaan petani sangat penting untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Pelatihan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan petani sekaligus kualitas hasil pertanian mereka,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Indonesia Asahan Aluminium, Goklas Michael Hernandes Tampubolon mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memperkenalkan konsep pertanian organik yang memanfaatkan potensi alam sekitar secara berkelanjutan, khususnya dalam mendukung konservasi lahan pertanian masyarakat.
Salah seorang peserta, Hasudungan Tambunan mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai banyak pengetahuan baru yang diperoleh selama dua hari kegiatan dan berharap ilmu yang diterima dapat langsung diterapkan di lahan pertanian milik masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada DKPPP dan PT INALUM. Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi petani dan diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendukung perekonomian desa,” katanya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menerima sertifikat pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam program peningkatan kapasitas petani tersebut.(HN)