Pemerintah koordinasi dengan Pertamina untuk menjaga distribusi energi selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Dairi, hariankabarnusantara.com|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman meskipun sempat terjadi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying agar distribusi BBM tetap berjalan lancar.
Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi, Lipinus Sembiring, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lipinus menjelaskan, pasokan BBM untuk Kabupaten Dairi dipastikan masih mencukupi dan distribusinya berjalan normal. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia menambahkan, Bupati Dairi telah menginstruksikan agar koordinasi dengan pihak Pertamina terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi energi di daerah tersebut.
Berdasarkan data dari BPH Migas, kuota BBM tahun 2026 untuk Kabupaten Dairi meliputi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) Biosolar sebesar 12.811 kiloliter atau rata-rata 1.068 kiloliter per bulan. Sementara untuk Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite ditetapkan sebesar 21.954 kiloliter atau sekitar 1.830 kiloliter per bulan.
Dari hasil pemantauan distribusi selama Januari hingga Februari 2026, rata-rata penyaluran Pertalite mencapai 1.712 kiloliter per bulan, sedangkan Biosolar sekitar 1.172 kiloliter. Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan BBM masyarakat masih dapat terpenuhi.
Meski demikian, pemerintah daerah telah meminta Pertamina Patra Niaga untuk menambah pengiriman BBM pada Maret 2026. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), terutama menjelang Idul Fitri.
Lipinus juga menjelaskan bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM tidak hanya dipengaruhi oleh momentum hari besar keagamaan, tetapi juga dipicu oleh isu kenaikan harga minyak global akibat konflik yang terjadi di Iran. Namun ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berdampak langsung terhadap ketersediaan pasokan energi nasional.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak serta sesuai kebutuhan. Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan penimbunan BBM maupun LPG karena tindakan tersebut melanggar ketentuan yang berlaku dan dapat dikenai sanksi hukum.
Pemerintah Kabupaten Dairi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak Pertamina Patra Niaga guna memastikan distribusi energi berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri tetap terpenuhi dengan baik.(HN)