Penggabungan OPD hemat Rp4 miliar dan perkuat kinerja birokrasi.
Taput, hariankabarnusantara.com | Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat melantik dan mengambil sumpah/janji Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di Aula Martua Kantor Bupati, Selasa (10/2/2026). Pelantikan ini merupakan bagian dari penyesuaian struktur organisasi dan nomenklatur perangkat daerah sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkuat kinerja birokrasi.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa perubahan struktur organisasi, termasuk penggabungan beberapa unit kerja, dilakukan bukan atas dasar keinginan pimpinan semata, tetapi merupakan kebutuhan organisasi yang harus ditempuh di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Menurutnya, kondisi keuangan daerah dengan beban belanja yang cukup besar menuntut pemerintah mengambil kebijakan rasional agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Bupati menjelaskan bahwa kebijakan penggabungan perangkat daerah diharapkan mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp4 miliar. Efisiensi tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan keuangan daerah sekaligus mengarahkan penggunaan anggaran pada program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama sektor pelayanan publik dan pembangunan prioritas.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Bupati menekankan pentingnya tanggung jawab, loyalitas, dan integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan kinerja yang baik, responsif, dan profesional, serta akan terus dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian kerja dan dedikasi masing-masing pejabat.
Bupati juga menegaskan bahwa rotasi dan evaluasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi pemerintahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pejabat yang menunjukkan kinerja baik akan diberikan kesempatan lebih besar, sementara yang tidak mampu memenuhi target akan dievaluasi sesuai aturan yang berlaku.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk tetap solid, bekerja dengan hati, serta menjadikan perubahan organisasi sebagai momentum memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas. Ia berharap reformasi birokrasi yang dilakukan dapat menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(HN)