Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan tuntaskan pembangunan jembatan pascabencana, mobilitas dan ekonomi masyarakat kembali bergerak.
Tapteng, hariankabarnusantara.com|Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan menuntaskan pembangunan Jembatan Aramco titik ke-5 yang berada di Sungai Sigiring Giring, Dusun I, Desa Sigiring Giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026). Infrastruktur tersebut kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat setelah sebelumnya akses transportasi terganggu akibat bencana alam.
Pembangunan jembatan merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI AD melalui Kodim 0211/Tapanuli Tengah dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur sekaligus membuka kembali jalur penghubung antarwilayah yang sempat terputus. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi penting bagi warga yang selama beberapa waktu mengalami kendala mobilitas dan distribusi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, pembangunan jembatan telah mencapai 100 persen dan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas masyarakat yang sebelumnya terbatas kini kembali berjalan normal, termasuk akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik lainnya.
Dalam proses pengerjaan, personel gabungan melakukan berbagai tahapan konstruksi, mulai dari pemasangan batu sebagai penguat dasar struktur Aramco, pembangunan pembatas jembatan, pengecatan pagar pengaman, hingga perapian badan jalan menuju lokasi jembatan. Pekerjaan turut didukung penggunaan alat berat Excavator Zeni TNI AD guna mempercepat proses pembangunan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur satuan, yakni Kodim 0211/TT, YTP 908/GD, Yonzipur 11/WBS, serta Zidam I/Bukit Barisan. Selain alat berat, pengerjaan juga memanfaatkan peralatan manual seperti cangkul, sekop, angkong, linggis, dan perlengkapan pertukangan lainnya. Tiga unit konstruksi Aramco telah terpasang sebagai struktur utama yang memperkuat daya tahan jembatan.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan bahwa rampungnya pembangunan jembatan menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, difungsikannya kembali jembatan tersebut diharapkan mampu memulihkan konektivitas antarwilayah serta mendorong kembali perputaran ekonomi masyarakat. “Dengan akses yang kembali terbuka, aktivitas warga dapat berjalan normal dan roda perekonomian diharapkan kembali tumbuh,” ujarnya.
Keberhasilan pembangunan ini sekaligus menunjukkan sinergi antara unsur TNI dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana, sehingga dampak sosial dan ekonomi yang sebelumnya dirasakan warga dapat segera teratasi. (Ril)