Putra mantan Kepala Desa Baringin, Josman Sitohang, membawa visi perubahan dan mendapat dukungan masyarakat serta keluarga besar Sitolu Huta
Humbahas, hariankabarnusantara.com | Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Baringin Natam, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026. Sebanyak empat calon kepala desa telah resmi ditetapkan untuk mengikuti kontestasi tersebut.
Salah satu kandidat yang menjadi perhatian masyarakat adalah Johanes Sitohang, calon kepala desa nomor urut 3. Ia akan bersaing dengan tiga kandidat lainnya, yakni Sabam dari keluarga besar marga Sitohang serta HPS Siringo dan G. Siringo dari keluarga besar marga Siringo-ringo.
Keikutsertaan Johanes dalam Pilkades Baringin Natam dinilai menarik karena dirinya merupakan putra dari Josman Sitohang, mantan Kepala Desa Baringin yang hingga kini masih dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Parlilitan, khususnya di wilayah Baringin Natam.
Nomor urut 3 yang diperoleh Johanes juga dikaitkan dengan filosofi adat Batak Dalihan Natolu, yakni Somba Marhula-hula, Elek Marboru, dan Manat Mardongan Tubu. Filosofi tersebut menjadi salah satu nilai yang ingin dibawa dalam membangun kebersamaan masyarakat.
Johanes merupakan putra asli Kampung Hutagodang. Dalam pencalonannya, ia disebut memperoleh dukungan dan dorongan dari keluarga besar Sitolu Huta yang meliputi Hutagodang, Lumban Sihombing dan Simanullang.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi modal sosial bagi Johanes untuk membawa gagasan perubahan serta mendorong kemajuan Desa Baringin Natam. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah membangun kolaborasi antara pemerintah desa dengan pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, serta desa-desa tetangga.
Di antaranya dengan Desa Baringin Pasar yang dipimpin Kepala Desa Hotma Sitohang dan Desa Pusuk 1 yang dipimpin Kepala Desa Juni Mahulae.
Sebelumnya, dalam kegiatan doa bersama sekaligus pemberangkatan Johanes untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sejumlah pihak menyampaikan harapan agar dirinya mampu memberikan perubahan positif bagi Desa Baringin Natam.
Johanes yang juga dikenal sebagai penatua gereja (sintua) dan tokoh adat di kampung tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun desa.
Sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan juga disebut telah dilakukan Johanes. Aktivitas tersebut mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh politik asal Kecamatan Parlilitan.
Salah satunya adalah Dr. Eriko Silaban, M.Pd, yang disebut memberikan perhatian terhadap perkembangan dan kemajuan Desa Baringin Natam.
Saat diwawancarai melalui sambungan WhatsApp, Johanes menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat yang terus mengalir. Ia juga mengapresiasi kerja keras para relawan dan tim yang menurutnya bekerja secara sukarela dalam melakukan sosialisasi ke berbagai kampung.
“Saya bersyukur atas dukungan masyarakat yang terus diberikan. Saya juga bangga melihat kerja keras seluruh tim yang bergerak dengan tulus dan tanpa pamrih melakukan sosialisasi dari kampung ke kampung,” ujar Johanes.
Ia menegaskan bahwa kontestasi Pilkades seharusnya menjadi momentum untuk mencari pemimpin yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat, bukan menjadi ajang persaingan yang memecah persaudaraan.
“Mari kita menjaga kebersamaan, keamanan dan ketertiban di desa. Ini adalah kontestasi menuju kemajuan, bukan ajang adu jago ataupun membagi-bagikan uang. Masyarakat harus kita cintai dengan kasih sayang sebagaimana ajaran agama kita. Yang paling penting adalah kebersamaan,” katanya.
Johanes juga mengaku optimistis masyarakat Baringin Natam mampu menentukan pilihannya secara bijak berdasarkan rekam jejak dan kapasitas masing-masing calon.
“Intinya, masyarakat Baringin Natam adalah masyarakat yang cerdas. Mereka tentu mengetahui latar belakang dan sepak terjang setiap calon kepala desa. Kita yakin siapa pun yang mendapat amanah nantinya dapat membawa Baringin Natam semakin maju seperti desa-desa lainnya,” ujarnya.
Johanes diketahui menikah dengan boru Nainggolan yang berasal dari Kampung Sampuran, Kecamatan Parlilitan.
Tokoh Masyarakat Sebut Johanes Dekat dengan Warga
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Baringin Natam berinisial AL menilai Johanes merupakan sosok yang telah lama dikenal masyarakat.
Menurutnya, meskipun Johanes berasal dari Kampung Hutagodang, hubungan sosialnya dengan warga di berbagai wilayah Desa Baringin Natam cukup dekat.
“Johanes memang warga asli Kampung Hutagodang. Namun, saat ini dia sudah sangat dikenal dan akrab dengan masyarakat desa secara keseluruhan. Sosoknya juga dikenal ramah sejak dahulu,” kata AL.
AL juga mengungkapkan bahwa latar belakang keluarga menjadi salah satu faktor yang membuat Johanes cukup dikenal masyarakat. Ayahnya, Josman Sitohang, disebut sebagai salah satu tokoh sekaligus mantan kepala desa yang pernah memberikan kontribusi bagi masyarakat Baringin Natam.
Salah satu pembangunan yang masih dikenang masyarakat, kata AL, adalah penyediaan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga, termasuk kebutuhan air minum dan mandi.
“Program penyediaan air untuk masyarakat yang dibangun pada masa kepemimpinan Josman Sitohang sampai sekarang masih dikenang dan diingat masyarakat,” ujarnya.
Dengan empat kandidat yang telah ditetapkan, Pilkades Baringin Natam pada 22 Oktober 2026 diperkirakan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan desa untuk periode mendatang.(Barto)