Bantuan pendidikan menjangkau 32 sekolah di empat daerah terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana dan menjaga keberlangsungan proses belajar siswa.
Medan, hariankabarnusantara.com | Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus diperkuat melalui dukungan sektor pendidikan. Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat bersama PMI Sumatera Utara, dengan dukungan Hong Kong Red Cross, mulai mendistribusikan sebanyak 2.500 paket School Kit atau perlengkapan sekolah kepada para pelajar di daerah terdampak bencana.
Program kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan bagi anak-anak yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan difokuskan kepada sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat.
Distribusi bantuan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juni 2026. Tahap awal penyaluran dipusatkan di Kabupaten Tapanuli Tengah sebelum dilanjutkan ke wilayah penerima lainnya. Pada 3 Juni 2026, kegiatan distribusi juga berlangsung di Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan dihadiri delegasi Hong Kong Red Cross dan perwakilan PMI Pusat sebagai simbol kuatnya kerja sama kemanusiaan lintas negara.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, bantuan diberikan kepada 32 sekolah yang dinilai membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana. Rinciannya meliputi 14 sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah, tujuh sekolah di Kota Sibolga, enam sekolah di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan lima sekolah di Kabupaten Langkat.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Sumatera Utara, Prof. Bahdin Nur Tanjung, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dari Hong Kong Red Cross yang disalurkan melalui PMI untuk membantu para siswa yang terdampak bencana.
“Bantuan ini berasal dari Hong Kong Red Cross dan disalurkan melalui PMI untuk diberikan kepada sekolah-sekolah terdampak di Sumatera Utara, khususnya wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Harapan kami, dukungan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar para siswa selama masa pemulihan pascabencana,” ujar Bahdin kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu sektor yang harus mendapat perhatian serius dalam fase pemulihan bencana. Kehadiran perlengkapan sekolah yang memadai diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar sekaligus membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas pendidikan secara normal.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Sumatera Utara, Ade Yudiansyah, M.H., menjelaskan bahwa penetapan penerima manfaat dilakukan melalui proses verifikasi dan asesmen lapangan yang melibatkan relawan PMI. Pendekatan berbasis kebutuhan diterapkan agar bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan.
Setiap paket School Kit berisi tas sekolah, alat tulis, kotak bekal makan, serta tempat minum yang mendukung aktivitas belajar siswa sehari-hari. Bagi keluarga yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana, bantuan tersebut tidak hanya bernilai material, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan dukungan moral dari berbagai pihak.
Kolaborasi PMI dan Hong Kong Red Cross dinilai menunjukkan pentingnya kemitraan internasional dalam memperkuat respons kemanusiaan. Melalui jaringan kemanusiaan yang solid, bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran kepada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Di berbagai lokasi distribusi, antusiasme siswa dan pihak sekolah terlihat tinggi. Bantuan tersebut diharapkan mampu membangkitkan optimisme, memperkuat semangat belajar, serta memberikan harapan baru bagi generasi muda yang terdampak bencana.
Melalui program ini, PMI menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia. Pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun ketangguhan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing.(**)