Rebut Piala Bupati Dairi, festival jadi ruang regenerasi sekaligus upaya menjaga bahasa dan budaya Pakpak
Dairi, hariankabarnusantara.com | Upaya melestarikan seni dan budaya Pakpak terus digelorakan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pakpak (PB-LKP) Kabupaten Dairi menggelar Festival Lomba Cipta Lagu Pakpak untuk memperebutkan Piala Bupati Dairi.
Festival berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang. Kegiatan dibuka Bupati Dairi Vickner Sinaga yang diwakili Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Sabtu (5/9/2026).
Pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimda Dairi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Desi Sianturi, Camat Sidikalang Mawardi Tumangger, tokoh agama, tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi kepemudaan.
Dalam sambutan tertulis Bupati Dairi yang dibacakan Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Dairi memberikan apresiasi kepada PB-LKP dan panitia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Festival dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya Pakpak di tengah perkembangan zaman.
“Semangat para peserta dari berbagai daerah ini adalah bukti nyata bahwa kebudayaan Pakpak terus hidup dan berkembang,” ujar Vickner dalam sambutannya.
Setelah proses pendaftaran ulang, jumlah peserta tercatat sebanyak 30 orang yang berasal dari lima kabupaten/kota. Mereka datang dari Dairi, Pakpak Bharat, Aceh Singkil, Subulussalam dan Humbang Hasundutan.
Menurut Bupati, keberagaman asal peserta menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni budaya Pakpak tidak terbatas pada satu wilayah. Musik dan lagu daerah dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas.
Ia juga mengaitkan pelestarian tersebut dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Musik dan lagu daerah dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga bahasa, adat istiadat serta kearifan lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.
Festival tahun ini mengangkat tema “Mari Berlomba Berkarya demi Merajut Persaudaraan yang Beradab dan Berbudaya.” Menurut pemerintah daerah, kompetisi tersebut tidak sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi seniman untuk menggali kreativitas, mempererat hubungan antardaerah serta mempromosikan musik Pakpak.
“Selamat berkarya dan bertanding. Tuangkanlah kreativitas, rasa cinta dan semangat kebudayaan kalian ke dalam setiap bait syair dan nada lagu yang diciptakan. Tunjukkan karya terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan dan persaudaraan,” katanya.
Ketua PB-LKP Dairi, Zuhri Bintang, mengatakan pelaksanaan festival telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Dairi. Kegiatan tersebut digelar sebagai salah satu upaya memperbanyak karya lagu berbahasa Pakpak yang dinilai mulai terkikis oleh perkembangan zaman.
“Kegiatan ini diharapkan akan menyatukan adat dan budaya serta lembaga yang ada di Dairi untuk menciptakan suasana yang kondusif. Kami mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama membangun Dairi yang kita cintai ini,” ujar Zuhri.
Selain kompetisi, PB-LKP juga memperkenalkan lagu organisasi berjudul “Aku LKP” yang dinyanyikan dalam rangkaian festival. Kehadiran lagu tersebut diharapkan turut memperkuat identitas organisasi sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Pakpak kepada masyarakat.
Festival Cipta Lagu Pakpak ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang lahirnya karya-karya baru. Dengan bertambahnya lagu dan kreator lokal, warisan budaya Pakpak diharapkan tetap relevan, berkembang dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.(HN)