Nilai Polri Tetap Solid, Organisasi Tegaskan Pengangkatan Kapolri Merupakan Hak Prerogatif Presiden
Jakarta, hariankabarnusantara.com | Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai spekulasi terkait isu pergantian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang belakangan berkembang di ruang publik. Organisasi kepemudaan tersebut menilai kondisi internal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih solid dan tidak terdapat alasan mendesak yang mengharuskan pergantian pimpinan saat ini.
Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Al Washliyah, H. Aminullah Siagian, mengatakan isu pergantian Kapolri yang beredar tidak memiliki dasar yang kuat dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri tetap menunjukkan kinerja yang baik dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Kami melihat rumor pergantian Kapolri yang berkembang belakangan ini tidak memiliki urgensi. Saat ini Polri tetap solid, bekerja dengan baik, dan fokus menjalankan tugas pokoknya dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Aminullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dalam pernyataan resminya, PP GPA menyampaikan tiga sikap utama. Pertama, organisasi tersebut menyatakan dukungan terhadap kinerja Polri yang dinilai terus memperkuat reformasi birokrasi internal, menjaga stabilitas keamanan nasional, mengawal berbagai program strategis pemerintah, serta membangun budaya kerja yang berintegritas. Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian juga dinilai menjadi salah satu indikator positif atas capaian tersebut.
Kedua, PP Gerakan Pemuda Al Washliyah menegaskan bahwa pengangkatan maupun pemberhentian Kapolri merupakan kewenangan Presiden Republik Indonesia sesuai ketentuan konstitusi. Oleh karena itu, masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dan tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum memiliki kepastian dari pemerintah maupun DPR RI.
Ketiga, organisasi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk menjaga situasi nasional tetap kondusif serta tidak terjebak dalam opini yang berpotensi mengganggu soliditas institusi penegak hukum. Menurut Aminullah, perhatian masyarakat sebaiknya diarahkan pada upaya memperkuat persatuan bangsa, mendukung pembangunan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, Gerakan Pemuda Al Washliyah akan terus mendukung kepemimpinan nasional dan mendorong Polri agar tetap fokus menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa terganggu oleh berbagai isu yang belum memiliki kepastian.
“Dukungan terhadap stabilitas nasional harus menjadi prioritas bersama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat tetap bijak menyikapi setiap informasi dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Aminullah.(Hara)