Pilkades Baringin Natam Diikuti Empat Calon, Johanes Tekankan Persatuan, Pemberdayaan Desa, dan Sinergi Antarwilayah
Humbahas, hariankabarnusantara.com|Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026, mulai menyedot perhatian masyarakat. Salah satunya adalah Pilkades Baringin Natam, Kecamatan Parlilitan, yang diikuti empat calon kepala desa.
Desa Baringin Natam berjarak sekitar 30 kilometer dari Doloksanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan. Dalam kontestasi tersebut, empat calon telah ditetapkan, yakni dua calon dari keluarga besar marga Sitohang, Johanes Sitohang dan Sabam Sitohang, serta dua calon dari keluarga besar marga Siringo-ringo, HPS Siringo dan G. Siringo.
Salah satu nama yang mendapat dukungan masyarakat adalah Johanes Sitohang. Putra asli Kampung Hutagodang tersebut merupakan anak dari mantan Kepala Desa Baringin yang dikenal sebagai salah satu tokoh di Kecamatan Parlilitan.
Johanes membawa gagasan pembangunan desa melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi. Jika dipercaya masyarakat memimpin Baringin Natam, ia menyatakan siap membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, pemerintah kecamatan, serta desa-desa tetangga.
Semangat tersebut terlihat dalam sejumlah kegiatan silaturahmi dan doa bersama yang dilakukan sebelum tahapan kampanye resmi dimulai. Johanes yang juga dikenal sebagai penatua gereja dan tokoh adat di wilayahnya mendapat dukungan dari sejumlah kelompok masyarakat dan keluarga antarkampung.
Dalam komunikasi dengan media melalui WhatsApp, Johanes menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat serta apresiasinya terhadap para relawan dan tim yang menurutnya bekerja secara sukarela.
“Saya merasa bersyukur, puji Tuhan dengan kekompakan tim sukses dan relawan yang telah menjalin kesepakatan bersama akan memajukan Desa Baringin Natam ke depannya,” ujar Johanes.
Menurut dia, pembangunan nasional harus dimulai dari desa. Karena itu, potensi dan sumber daya yang dimiliki desa perlu diberdayakan secara maksimal dengan membangun kerja sama lintas pemerintahan dan antarwilayah.
Johanes menyebut Desa Pusuk I dan Desa Baringin Pasar sebagai wilayah tetangga yang dapat diajak membangun kolaborasi demi memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Baringin Natam.
“Kita akan memberdayakan seluruh sumber daya desa dan berkolaborasi bersama pemerintah kabupaten serta desa tetangga seperti Desa Pusuk I dan Desa Baringin Pasar. Saya yakin akan berhasil membangun Baringin Natam nantinya,” katanya.
Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat Baringin Natam sekaligus mengajak semua pihak menjaga suasana kondusif selama proses Pilkades berlangsung.
Menurut Johanes, Pilkades seharusnya menjadi momentum memilih pemimpin yang mampu membawa desa menuju kemajuan, bukan menjadi ajang mempertajam perbedaan atau persaingan yang tidak sehat.
“Ini adalah kontestasi menuju kemajuan, bukan untuk adu jago atau ajang membagi-bagikan uang. Masyarakat desa harus kita cintai dengan kasih sayang, bukan hanya dengan berbagi uang. Yang penting adalah kebersamaan,” ujarnya.
Johanes juga mengingatkan para pendukung dan masyarakat agar menghormati seluruh tahapan serta ketentuan Pilkades yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Apalagi saat ini belum waktunya untuk kampanye terbuka. Semua sudah diatur pemerintah kabupaten dan sudah ditetapkan aturannya oleh Bapak Bupati. Mari kita ikuti aturan tersebut,” katanya.
Dengan empat calon yang akan bersaing, Pilkades Baringin Natam diperkirakan menjadi salah satu kontestasi desa yang menarik perhatian masyarakat Parlilitan. Di tengah persaingan tersebut, Johanes Sitohang menawarkan narasi pembangunan berbasis kebersamaan, pemberdayaan potensi desa, serta kolaborasi dengan pemerintah dan desa-desa di sekitarnya.(*)