Kerja sama Pemkab Dairi dan Water Mission layani 230 KK dengan akses air minum layak.
Dairi, hariankabarnusantara.com | Bupati Dairi Vickner Sinaga meresmikan program air aman berbasis masyarakat yang dilaksanakan oleh Water Mission melalui Yayasan Way Mitra Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Dairi, Kamis (12/3/2026), di Desa Pegagan Julu III, Kecamatan Sumbul. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses air minum layak bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Surung Charles Bantjin, Ketua TP PKK Dairi Rita Puspita Vickner Sinaga, Kepala Dinas Kominfo Desi Sianturi, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Masaraya Berutu.
Usai peresmian, Bupati Dairi bertemu dengan masyarakat di Sopo Godang HKBP Lancang setelah pelaksanaan ibadah bersama. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara Pemkab Dairi dan Water Mission dalam menghadirkan program air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan bahwa dalam satu tahun kepemimpinan Vickner–Wahyu, pemerintah daerah terus melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran tambahan agar program pembangunan dapat berjalan optimal. Menurutnya, pendapatan asli daerah Dairi masih terbatas sehingga membutuhkan dukungan dana dari pusat melalui DAK dan DAU untuk menjalankan program pembangunan.
Bupati juga menyoroti sejumlah capaian program yang telah berjalan, seperti Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen, rencana pembangunan sekolah rakyat di Sitinjo, serta berbagai program pembangunan lainnya yang membutuhkan dukungan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.
Kepada Komite Air Desa Pegagan Julu III, Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi dalam mewujudkan swasembada air bagi masyarakat. Ia berharap program air minum layak dapat diperluas ke seluruh wilayah Pegagan Julu sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati akses air bersih secara merata.
Sementara itu, Country Coordinator Water Mission Indonesia, Deddy Edward Sitohang, melaporkan bahwa proses pengujian dan verifikasi sistem air minum telah dimulai sejak 1 September 2025 dan resmi dioperasikan pada 12 Maret 2026. Program ini melayani 230 kepala keluarga atau sekitar 920 jiwa di Dusun II, III, dan IV Desa Pegagan Julu III.
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini Water Mission telah melayani 738 kepala keluarga di Kabupaten Dairi melalui sistem sambungan rumah, yang tersebar di Desa Lae Itam, Kuta Gugung, Dolok Tolong, dan Pegagan Julu III.
Dalam kesempatan tersebut, Aliansi Masyarakat Pemerhati Dairi (AMPEDA) turut mendukung program pemerintah daerah dengan menghidupkan kembali pembibitan ikan di Silancang sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah, serta membagikan bibit pohon kemiri dan tanaman kopi kepada masyarakat sebagai bagian dari gerakan merawat bumi.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sumbul Rinto Hutauruk, Kepala Desa Pegagan Julu III Patar Nainggolan, Komite Air Desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Dairi berharap program air aman berbasis masyarakat ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya, dan masyarakat dalam pembangunan daerah.(HN)