Taput laporkan 486 rumah terdampak, percepatan hunian jadi prioritas sebelum Ramadan.
Tapsel, hariankabarnusantara.com | Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meresmikan hunian sementara (huntara) serta penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Peresmian dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini berlangsung serentak di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, serta diikuti delapan kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara turut mengikuti kegiatan secara daring dari Dusun Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, dipimpin Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat didampingi Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, unsur TNI-Polri, perangkat daerah, serta masyarakat terdampak.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal layak sebelum bulan Ramadan, baik melalui hunian sementara, fasilitas hotel, maupun rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menyiapkan hunian bagi korban bencana. Menurutnya, percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di pengungsian. Program ini mencakup pembangunan sekitar 1.300 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi sosial masyarakat.
Dalam laporan yang disampaikan Bupati Tapanuli Utara, pendataan kerusakan rumah telah selesai diverifikasi secara by name by address. Dari total 486 unit rumah terdampak bencana, sebanyak 258 unit mengalami kerusakan berat, 39 unit rusak sedang, dan 189 unit rusak ringan. Seluruh data tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai dasar penanganan dan bantuan lanjutan.
Melalui peresmian huntara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian ini, pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, sekaligus memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara layak dan aman.(HN)