Dalam Dua Tahun, Kekayaan Gerry Anderson Gultom Melonjak 163 Persen, Properti Jadi Penyumbang Terbesar
Dairi, hariankabarnusantara.com | Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan tren kenaikan signifikan harta kekayaan Gerry Anderson Gultom, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Dairi. Dalam kurun dua tahun, total kekayaannya meningkat dari Rp307,6 juta pada 2023 menjadi Rp809,1 juta pada 2025, atau bertambah sekitar Rp501,5 juta (163 persen). Hal ini ditelusuri oleh media melalui portal e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Senin (6/7/2026).
Kenaikan tersebut tidak didorong oleh penambahan kendaraan maupun peningkatan kas, melainkan oleh ekspansi aset properti. Jika pada 2023 Gerry belum melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan, maka pada 2025 nilai aset properti yang tercatat telah mencapai Rp552,87 juta, terdiri atas tiga bidang tanah di Kabupaten Deli Serdang.
Sementara itu, nilai kendaraan relatif stabil. Honda HR-V Tahun 2020 yang menjadi aset utama mengalami penyesuaian nilai dari Rp270 juta menjadi Rp250 juta mengikuti depresiasi, sedangkan Toyota Etios Valco tetap berada di kisaran Rp94,5 juta. Kas yang dilaporkan juga relatif kecil dan tidak menunjukkan kenaikan berarti.
Menariknya, selama tiga periode pelaporan LHKPN, Gerry Anderson Gultom tidak mencantumkan adanya utang. Dengan demikian, seluruh aset yang dilaporkan merupakan nilai kekayaan bersih.
Namun, peningkatan harta kekayaan dalam LHKPN tidak dapat diartikan sebagai adanya pelanggaran hukum. LHKPN merupakan instrumen transparansi untuk membuka informasi kekayaan pejabat negara kepada publik. Penambahan aset dapat berasal dari penghasilan, investasi, maupun sumber sah lainnya, sedangkan penelusuran asal-usul kekayaan merupakan kewenangan aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Data LHKPN tersebut memperlihatkan perubahan struktur kekayaan Gerry Anderson Gultom dari yang semula didominasi aset kendaraan menjadi bertumpu pada investasi sektor properti. Pergeseran komposisi aset inilah yang menjadi faktor utama di balik lonjakan kekayaannya sepanjang periode 2023–2025.(Barto/HN)