Rapat Bahas Lokasi dan Administrasi Lintas Wilayah di Kantor Gubernur.
Dairi, hariankabarnusantara.com | Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga, M.M menghadiri rapat koordinasi terkait pembahasan lokasi pembangunan Batalyon Teritorial 908/Gajah Dompak yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (31/03/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Utara, Drs. Basarin Yunus Tanjung, M.Si.
Pertemuan ini membahas usulan lokasi pembangunan batalyon yang diajukan Kabupaten Dairi, namun secara administratif berada di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Fokus pembahasan meliputi kejelasan titik koordinat, aspek perizinan kawasan hutan, serta sinkronisasi administrasi antar daerah.
Dalam arahannya, Basarin Yunus Tanjung menekankan pentingnya keakuratan data koordinat sebagai dasar pengambilan keputusan. Ia juga mengingatkan perlunya penyesuaian administrasi apabila ditemukan kekeliruan dalam dokumen sebelumnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa sektor pertahanan merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga seluruh proses harus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.
Perwakilan Kodam I/Bukit Barisan menjelaskan bahwa pembangunan Batalyon Teritorial 908 merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat sistem pertahanan wilayah. Lokasi yang diusulkan telah melalui proses panjang serta koordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. TNI juga menegaskan bahwa keberadaan satuan ini bersifat strategis dan tidak terikat batas administratif daerah.
Sementara itu, Balai Pemantapan Kawasan Hutan menyampaikan bahwa sebagian lokasi yang diusulkan berada di kawasan hutan seluas sekitar 50,52 hektare yang telah memperoleh persetujuan penggunaan. Namun ditemukan kekeliruan administratif terkait penulisan wilayah yang akan diperbaiki tanpa mengubah substansi lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dairi menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan batalyon tersebut. Ia menilai proyek ini memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Pembangunan batalyon ini sangat penting. Persoalan yang muncul saat ini hanya bersifat administratif dan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang baik tanpa menghambat proses,” ujar Vickner.
Hasil rapat menyepakati perlunya revisi terhadap keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait penetapan lokasi, khususnya pada aspek administrasi wilayah. Revisi tersebut akan diajukan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada pemerintah pusat tanpa mengubah lokasi fisik pembangunan.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti hasil pembahasan melalui penyusunan berita acara serta percepatan proses administrasi, sehingga pembangunan Batalyon Teritorial 908/Gajah Dompak dapat segera direalisasikan.
Turut hadir dalam rapat tersebut Dandim 0206/Dairi Letkol Czi. Nanang Sujarwanto, Sekretaris Daerah Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, Kepala Kantor Pertanahan Dairi Daud Wijaya Sitorus, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(HN)