BPK soroti dugaan penyimpangan dana BOS di Pollung, publik desak penegak hukum turun tangan.
Medan, hariankabarnusantara.com|Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah melakukan pemeriksaan secara uji petik pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1(SMAN 1) Pollung diketahui terdapat realisasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang tidak sesuai dengan ketentuan dan belum ditindaklanjuti sebesar Rp 167.811.057.
BPK RI juga merinci terdapat kekurangan volume atas belanja Dana BOSP di SMAN 1 Pollung sebesar Rp 33.897.200 .Kekurangan volume tersebut terdiri dari pengadaan mebel, alat-alat elektronik, alat-alat kebersihan, alat-alat olahraga, obat-obatan, barang elektronik, alat-alat praktikum, dan pembayaran atas pemeliharaan sekolah.
Selain itu, BPK menjelaskan bahwa terdapat pertanggungjawaban Dana BOSP tidak sesuai kondisi senyatanya di SMAN 1 Pollung sebesar Rp 133.913.857, dan telah dilakukan konfirmasi kepada penyedia serta pihak terkait, diketahui terdapat ketidaksesuaian antara bukti pertanggungjawaban belanja Dana BOSP dengan kondisi senyatanya.
Diketahui pula, dalam rekomendasinya BPK RI kepada Gubernur Sumatera Utara agar memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan menginstruksikan Kepala Sekolah terkait mempertanggungjawabkan dana BOSP yang dikelolanya sesuai kondisi senyatanya, hingga menarik kelebihan pembayaran dan menyetor ke kas daerah sebesar Rp 167.811.057 .
Ketika dikonfirmasi terkait penyetoran uang atas kelebihan pembayaran oleh SMAN 1 Pollung, Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, Salmarianto menjelaskan bahwa untuk mengetahui uang senilai Rp 167 juta sudah disetorkan ke kas daerah sedang dalam pengecekan.
“Untuk mengecek bukti pembayaran bisa dilakukan, hanya 2 kali dalam setahun pak, yaitu di bulan Juli dan bulan Desember jadi kami akan kabari pak,” jelasnya kepada Harian Kabar Nusantara, Rabu (5/11/2025).
Diketahui pula bahwa Kepala SMAN 1 Pollung di tahun 2024, Nelson Tambunan sudah pensiun, namun untuk konfirmasi dilakukan melalui sambungan pesan whats app kepada Kepala SMAN 1 Pollung, Erwin Sitorus, tidak mendapatkan jawaban hingga berita ini dirilis.(Red)