Basement Tergenang, Proyek Mangkrak, Publik Pertanyakan Fungsi Pengawasan Wakil Rakyat.
Medan, hariankabarnusantara.com| Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan tengah menjadi sorotan terkait polemik proyek Revitalisasi Kawasan Lapangan Merdeka.
Di saat publik melihat pekerjaan yang mangkrak, basement tergenang air setiap hujan turun, serta desain proyek yang berulang kali dipertanyakan, para wakil rakyat dinilai tidak menunjukkan peran pengawasan secara aktif.
Sikap pasif lembaga tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah DPRD tidak melihat persoalan yang terjadi, atau justru sengaja menutup mata.
Sejumlah kalangan menilai diamnya DPRD menimbulkan kesan seolah fungsi kontrol legislatif terhenti pada formalitas.
Aktivis kota Medan, Miduk Hutabarat dari Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumut Peduli Lapangan Merdeka, menyoroti persoalan teknis yang terus berulang.“Apa gunanya rapat, evaluasi, dan progres meeting jika hasil akhirnya tetap bocor setiap hujan turun?” kata Miduk, pada Rabu (26/11/2025).
Dirinya menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan semata soal estetika.
“Ini tidak lagi soal estetika. Ini soal mutu konstruksi, manajemen proyek, dan tanggung jawab publik,” ujarnya.
Revitalisasi Lapangan Merdeka yang digadang menjadi ikon baru Kota Medan berubah menjadi bahan kritik masyarakat. Rembesan air di area basement disebut telah terjadi sejak fase proyek sebelumnya.
Alih-alih memperbaiki, masalah tersebut kembali muncul di proyek multi-years yang seharusnya menjamin kesiapan perencanaan.
Publik mempertanyakan apakah akar persoalan terletak pada perencanaan yang lemah atau pengawasan yang tidak maksimal.
Kedua faktor tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas pembangunan dan keuangan daerah. Kondisi berlarut-larut dikhawatirkan akan mengubah makna Lapangan Merdeka dari simbol sejarah menjadi contoh proyek mahal yang gagal menjawab masalah mendasar: menahan air hujan.
Hingga berita ini diturunkan, DPRD Kota Medan belum menyampaikan langkah resmi terkait evaluasi atau tindak lanjut terhadap proyek revitalisasi tersebut.
Masyarakat menunggu kejelasan peran pengawasan agar proses pembangunan kembali berjalan sesuai harapan.(Red)